Mataram, Bima Today.---Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan TVRI menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di halaman Kantor TVRI NTB, Mataram pada Rabu (11/3/2026).
Langkah ini diambil guna menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok selama momentum bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP, menekankan, pentingnya sinergi antarlembaga seperti Bulog dan Bank Indonesia (BI) untuk memantau harga di pasar induk maupun tradisional. Ia menegaskan, bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga stok sembilan bahan pokok agar tetap aman dan harganya terjangkau bagi masyarakat kecil.
"Kita harus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang memberikan efek kurang baik bagi masyarakat. Terutama karena saat ini ada dua momentum besar, yaitu saudara kita yang Muslim menjalankan Ramadan dan umat Hindu yang merayakan Nyepi," ujarnya.
Terkait kenaikan harga cabai merah yang sempat terjadi di beberapa wilayah Pulau Lombok akibat tingginya konsumsi, Wagub menjelaskan, bahwa pemerintah telah melakukan intervensi cepat. Salah satunya adalah dengan mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Selain cabai, lanjut Umi Dinda, perhatian juga diberikan pada komoditas jagung, khususnya di wilayah Bima, Pulau Sumbawa. Pemerintah berupaya menjalin kemitraan agar hasil panen petani mendapatkan pasar yang layak sehingga tidak merugikan produsen lokal saat puncak musim panen.
Acara yang disiarkan langsung melalui jaringan TVRI di 31 stasiun daerah ini diharapkan menjadi stimulus bagi stabilitas ekonomi daerah.
"Kami berharap ketersediaan pangan tercukupi, harga terjangkau, dan distribusi barang merata ke seluruh lapisan masyarakat," tutupnya.
Kepala LPP TVRI NTB Ina Djara menjelaskan bahwa GPM tahun ini didukung penuh oleh berbagai instansi, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, terlebih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan hingga para pengusaha distributor di wilayah NTB untuk menyediakan pangan di bawah harga pasar. Dalam lima tahun terakhir, TVRI secara konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelenggarakan GPM di seluruh stasiun daerah sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah.
Ada yang berbeda pada pelaksanaan GPM kali ini. Selain belanja sembako murah, masyarakat juga dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Bima Internasional dan Rumah Sakit Mata Provinsi NTB.
"Layanan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata gratis ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar Kelurahan Kekalik Jaya, terlebih dengan kondisi cuaca hujan yang mengguyur sejak semalam," ujarnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, S.P., mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, BI, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pelaku usaha pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menjaga pasokan pangan tetap stabil.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB juga menggelar sosialisasi kampanye “Stop Boros Pangan” sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola dan mengonsumsi pangan secara bijak dan sosialisasi rapit tes pangan untuk layak dikonsumsi atau tidak untuk masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui sinergi ini, pemerintah berharap beban ekonomi masyarakat dapat berkurang sekaligus memastikan kesehatan warga tetap terjaga selama menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Selanjutnya Wagub memberikan bantuan sembako sebanyak 19 paket dibagikan kepada masyarakat secara simbolis, dan meninjau layanan kesehatan gratis dan meninjau stand UMKM binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB.(BT01/diskominfotikntb)




