BiMA, BIMA TODAY.--- Wilayah Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, menjadi darurat sampah. Terlihat di sepanjang jalan negara khususnya di sebelah kiri dan kanan jalan lintas Sumbawa menjadi tumpukan sampah, "Sudah sekian lama sampah tidak diangkut oleh petugas sampah. Sehingga sampah menjadi numpuk seperti ini," jelas Ismail, warga Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, pada wartawan Rabu (29/04/2026).
Dikatakannya, sampah menjadi numpuk di setiap gang jalan lintas negara seperti yang terjadi di Desa Rato, Rasabou, Tambe, Leu, Timu, Bontokape serta Darussalam dan sejumlah desa lainnya akibat tidak diangkut oleh petugas sampah. "Bayangkan sudah hampir seminggu sampah tidak pernah diangkut untuk di bawah ke tempat pembuangan sampah,"tegasnya.
Pada hal, lanjut Ismail, untuk mengakut sampah dengan menggunakan mobil pengangkut sampah sudah dibayar oleh masyarakat. "Jangan tagih iuran pada masyarakat kalau sampah tidak pernah diangkut yang 'setinggi langit' seperti ini ,"tegasnya.
Dirinya meminta pada petugas sampah, agar segera mungkin mengakut sampah dan jangan biarkan numpuk seperti ini. "Saya minta pada petugas sampah jangan biarkan sampah menjadi numpuk seperti ini. Apalagi pada hari-hari belakangan ini sering turun hujan yang akan menimbulkan penyakit,"pintanya mengulang.
Sementara itu, Kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan Bolo, Muhammad Safi'i, ST, tidak masuk kantor. Melalui stafnya DLH, Arif, saat ditanya kenapa wilayah Kecamatan Bolo menjadi darurat sampah mengatakan, terkait darurat sampah di Boko, dikarenakan masalah gaji anggota sudah empat bulan mulai dari Januari- April 2026 tidak bayar. "Sudah empat bulan gaji anggota tidak dibayar sama sekali,"tegasnya.
Lanjut Arif, tidak bisa kita mengakut sampah diakibatkan adanya penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) oleh aktivis Woha terkait isu lingkungan. "Itu yang kendala yang dihadapi oleh kita,"tandasnya singkat. (BT01).



