KAPAK NTB, Melakukan Demontrasi CV. Lam- Lam Karena Kekurangan Air Bersih.
BIMA, BIMA TODAY.---Karena dipicu oleh kebutuhan air yang sangat fital bagi kehidupan dan dirasakan langka, akhirnya Kesatuan Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) NTB, melakukan aksi demontrasi di depan Kantor Camat Madapangga, pada Rabu (08/09/2021) sekitar pukul 10:00 WITA.
Aksi demontrasi KAPAK tersebut, dikawal ketat oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Bima yabg dibantu oleh pihak Kapolsek bersama anggotanya Danramil bersama anggota serta anggota Sat Pol-PP.
Koordinator Lapangan Aksi, Rizki Ar, mengatakan, persoalan kelangkaan air bersih di wilayah Madapangga, seakan menjadi "momok" karena air adalah merupakan sumber dari kehidupan.
Lanjut Rizki, kondisi ini sudah jelas terjadi wilayah Kecamatan Madapangga, setelah berdirinya perusahaan Air Minum Kemasan dalam hal ini CV. Lam -Lam yang memicu kekeringan dibeberapa desa di Madapangga. "Saya menduga, CV. Lam- Lam lah yang memicu kekeringan di wilayah Madapangga,"jelas Rizki.
Apalagi, kata dia, pihak CV. Lam-Lam tidak pernah melakukan reboisasi hutan atau penghijauan kembali di sekitar perusahaan. Belum lagi persoalan sosial. "Ini sama saja dengan penjajahan kolonial belanda,"tuturnya.
Untuk itu, kita dari KAPAK NTB, meminta pada Bupati Bima, untuk segera mencabut izin CV. Lam- Lam. Karena terindikasi kuat melanggar P.38/MENLHK/ KUM. 1/7/2019 tentang jenis rencana usaha atau kegiatan wajib memiliki analisis terkait dampak lingkungan hidup (AMDAL) serta tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) resmi.
Selain itu, meminta kepada Dinas LHK Provinsi NTB dan Camat Madapangga, untuk segera mengevaluasi kembali terkait dengan eksistensi CV. Lam- Lam. Karena dinilai telah merugikan warga di Kecamatan Madapangga. Meminta Bupati, DLHK, Camat Madapangga, untuk memperjelas terkait status Lam- Lam, apakah masih CV atau sudah berubah menjadi PT.
Jika beberapa tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka pihak KAPAK NTB akan melakukan boikot jalan lintas Bima- Sumbawa tepat di Cabang Bolo, Kecamatan Madapangga.
"Lihat saja besok, kalau tidak diindahkan, maka kami dari KAPAK NTB akan melakukan aksi demo besar- besaran. Bahkan, nyawa jadi taruhan kami," tutupnya.
Aksi demontrasi dari KAPAK, berakhir sekitar pukul 11: 33 WITA. Dan pihak KAPAK tidak mau beraudiensi dengan pak Camat Madapangga. Karena mereka meminta seluruh pihak harus hadir. (BT01)



