Wagub NTB: MotoGP Harus Jadi Penggerak Ekonomi Sepanjang Tahun -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Wagub NTB: MotoGP Harus Jadi Penggerak Ekonomi Sepanjang Tahun

Wednesday, September 30, 2026

 

Wagub NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, MIP.


JAKARTA, BIMA TODAY.— MotoGP Mandalika tidak boleh berhenti sebagai event olahraga internasional yang ramai ketika balapan berlangsung. 


Bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), panggung global tersebut harus menjadi penggerak ekonomi yang manfaatnya terus berjalan sepanjang tahun, memperluas pasar UMKM, memberi ruang bagi seniman dan budaya lokal, memperkuat pariwisata, serta menghidupkan kalender event di berbagai daerah.


Pandangan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, MIP, saat menghadiri peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025 sebagai Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).


Kajian tersebut, menurut Umi Dinda, dapat memberikan pijakan penting untuk melihat MotoGP bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengungkit pembangunan kawasan dan ekonomi daerah. Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun, mencakup dampak langsung, tidak langsung dan lanjutan.


Angka tersebut, menurut Wagub, menunjukkan besarnya peluang yang dapat dikembangkan dari sebuah event olahraga internasional. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat tersebut tidak berhenti ketika event selesai.


“Keberhasilan MotoGP tidak hanya kita lihat dari jumlah penonton, tetapi bagaimana citra Mandalika semakin kuat, wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik, dan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujar mantan Bupati Bima dua periode tersebut.


Salah satu ruang yang terus diperkuat adalah keterlibatan UMKM. Menurut Umi Dinda, dari tahun ke tahun semakin banyak pelaku UMKM yang mengambil bagian dalam rangkaian MotoGP dan memperoleh peluang meningkatkan pendapatan.


Ruang yang sama diberikan kepada seniman dan pelaku budaya lokal. Penampilan tari daerah, karya seni hingga tradisi seperti Betabeq terus didorong hadir dalam rangkaian kegiatan sebagai cara memperkenalkan identitas NTB di tengah panggung internasional.


“Semuanya bagian dari kearifan lokal dan mengangkat adat budaya yang ada di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.


Karena itu, Pemprov NTB terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar penyelenggaraan event internasional tersebut tetap memberi ruang bagi local tourism, UMKM dan kekuatan budaya daerah.


Strategi tersebut, lanjut Umi Dinda, diperluas melalui kalender event daerah yang disusun sejak awal hingga akhir tahun. Mandalika menjadi salah satu magnet utama, tetapi wisatawan diharapkan tidak berhenti di kawasan sirkuit. Mereka perlu memiliki alasan untuk tinggal lebih lama, bergerak ke berbagai destinasi, menikmati budaya dan mengikuti berbagai kegiatan di Lombok maupun Pulau Sumbawa.


Pandangan tersebut sejalan dengan arah yang mulai dibangun ITDC, yakni menggeser pendekatan dari event-based economy menuju event-led development. Bagi NTB, perubahan itu berarti menjadikan event besar sebagai pengungkit agar aktivitas ekonomi dan pariwisata terus bergerak setelah event berakhir.


Dalam kerangka tersebut, ITDC memiliki posisi sebagai mitra strategis Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengembangkan Mandalika sebagai destinasi yang hidup sepanjang tahun. 


Pengelolaan kawasan, infrastruktur, fasilitas dan jejaring industri perlu terhubung dengan kalender pariwisata daerah, UMKM, seni, budaya dan berbagai atraksi lokal.


Dengan cara pandang itu, MotoGP tetap menjadi magnet global, tetapi manfaatnya dapat diperluas ke ekosistem yang lebih besar.


Temuan Bappenas memperkuat peluang tersebut. Survei terhadap lebih dari 1.800 responden mencatat skor pengalaman penonton sebesar 5,07 dari skala 6. Kajian juga memperkirakan eksposur Mandalika berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen apabila didukung promosi destinasi yang terintegrasi.


Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan, pembelajaran dari MotoGP Mandalika menunjukkan pentingnya pengembangan ekosistem industri olahraga yang terpadu. Pemerintah pun mulai menyusun Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional sebagai acuan pengembangan industri olahraga secara berkelanjutan.


Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menilai MotoGP Mandalika telah menunjukkan bagaimana event olahraga internasional dapat memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.


Bagi NTB, arah tersebut mempertegas satu hal yaitu MotoGP adalah magnet, tetapi bukan tujuan akhir. Event internasional membuka pintu dunia, sementara UMKM, budaya, destinasi dan masyarakat lokal harus menjadi bagian dari ekosistem yang tumbuh di baliknya.


Ukuran keberhasilan MotoGP bagi NTB pada akhirnya bukan hanya apa yang terjadi selama balapan, tetapi apa yang tetap tumbuh setelahnya: UMKM yang semakin kuat, budaya lokal yang semakin dikenal, wisatawan yang terus datang, dan Mandalika yang terus hidup sebagai destinasi, bukan hanya ketika MotoGP berlangsung, tetapi sepanjang tahun. (BT01/KominfostikNTB)