Gubernur NTB Tegaskan Intervensi Pasar Jelang Ramadhan -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Gubernur NTB Tegaskan Intervensi Pasar Jelang Ramadhan

Monday, February 9, 2026

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, Saat Sidak di Pasar Mandalika Bertais.



Mataram, Bima Today.--- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mandalika Bertais, pada Selasa (10/2/2026). Sidak tersebut, untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. 


Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi NTB akan segera melakukan intervensi pasar menyusul melonjaknya harga cabai rawit.


Sidak dilakukan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus sekaligus Satgas Pangan Polda Nusa Tenggara Barat, perwakilan Bank Indonesia Perwakilan NTB, Perum Bulog Kantor Wilayah NTB, serta jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram.


Dari hasil pemantauan lapangan, jelas Gubernur, harga cabai rawit tercatat berada di kisaran Rp 90-95.000 ribu per kilogram. Harga tersebut, jauh di atas harga acuan yang diharapkan sekitar Rp 57.000 per kilogram. “Lonjakan paling tinggi ada di cabai rawit dan ini sangat memengaruhi indeks harga. Kami tegaskan intervensi pasar akan dimulai Jum'at ini melalui Gerakan Pangan Murah di seluruh pasar di NTB,” ujar Gubernur Miq Iqbal.


Ditegaskannya, kenaikan harga dipicu tiga faktor utama yakni curah hujan yang menghambat panen petani. Tingginya pasokan cabai yang dikirim ke Pulau Jawa serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.


Gubernur memastikan tidak ditemukan indikasi penimbunan. “Cabai adalah komoditas yang cepat rusak sehingga kecil kemungkinan ditimbun. Ini murni mekanisme pasar. Namun kami tetap berkoordinasi dengan Polda NTB dan Bank Indonesia untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat,” tegasnya.


Sebagai langkah pengendalian jangka pendek, urainya, Pemprov NTB juga akan berkomunikasi langsung dengan para pengepul besar di Lombok Tengah dan Lombok Timur agar memprioritaskan kebutuhan lokal sebelum pengiriman ke luar daerah. “Kita di NTB tidak boleh kekurangan cabai. Saya minta para pengepul fokus memenuhi kebutuhan NTB terlebih dahulu supaya stok terjaga dan harga segera terkendali,” tambahnya.



Lonjakan harga ini turut dirasakan pelaku usaha kecil, Made Kuniarti, dirinya mengaku harus datang ke Pasar Mandalika untuk memperoleh harga yang relatif lebih rendah.“Di tempat saya sudah Rp115.000 per kilo. Di sini masih Rp 95.000. Saya butuh sekitar 1,5 kilo setiap hari untuk jualan. Kami berharap pemerintah segera menggelar pasar murah,” ujarnya.


Selain memantau harga pangan, Gubernur juga meninjau kondisi kebersihan pasar dan saluran drainase yang mengalami pendangkalan. Ia meminta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti agar aktivitas perdagangan tidak terganggu.


Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa intervensi pasar merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau menjelang Ramadan.


“Negara harus hadir. Tugas kami memastikan warga bisa menjalani Ramadan dengan tenang, kebutuhan pokok tersedia, dan harga tetap terkendali,” tutupnya.(BT01/DiskominfotikNTB)