Gas Elpiji Tidak Langka, Tapi Diduga Karena Ulah Pengece -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Gas Elpiji Tidak Langka, Tapi Diduga Karena Ulah Pengece

Wednesday, January 7, 2026

 

Gas Elpiji Yang 3 kg.


BIMA, BIMA TODAY.--- Gas Elpiji tidak langka, tetapi diduga karena ulah pengecer. Hal itu seperti yang diutarakan oleh warga Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima yang mengatakan, sebenarnya gas Elpiji tidak langka, tapi karena ulah pengecer yang ada di desa kami. 


"Masa gas Elpiji begitu turun dari mobil langsung tidak ada riwayatnya. Konon katanya telah dijual habis oleh pihak pengecer pada seluruh kios yang ada. Sampai-sampai dirinya yang hendak membeli gas tapi pulang dengan tangan hampa,"tutur warga yang enggan dikorankan namanya pada wartawan Rabu (07/01/2026).


Menurutnya, ketika gas itu turun dari distributor ke pengecer yang ada di desa kami dengan harga Rp 25 ribu terus pengecer itu jual lagi pada adiknya dengan harga Rp 30 ribu. Yang mirisnya lagi, adiknya jual lagi pada seluruh kios yang ada dengan harga Rp 35 ribu,"terangnya.


Ternyata, lanjut dia, bukan gas elpiji yang langka, tapi karena ulah pengecer yang ada yang menjual lagi ke kios- kios. Kita mau beli gas ternyata sudah tiada. Coba gas Elpiji di beli oleh kita untuk kebutuhan dapur tidak langka dan adanya kelangkaan karena pengecer menjual lagi pada kios- kios bahkan per-kios ada yang nitip 5-10 tabung. "Lebih baik beli nasi bungkus dari pada sulit untuk mendapatkan gas,"keluhnya.


Diharapkan pada pengecer yang ada, jangan sampai terulang lagi ulahnya yang demikian. Kasihan sama masyarakat yang hendak memasak untuk kebutuhan dapur. "Saya ingatkan pada pengecer untuk tidak mengulangi lagi hal semacam ini,"pintanya tegas.


Selain itu, diharapkan pada Disperindag Kabupaten Bima, untuk selalu memonitoring hingga ke desa- desa agar hal semacam ini tidak terjadi di tengah kehidupan masyarakat. "Jangan hanya menunggu laporan di atas meja,"harapnya. (BT01)