Enam Rumah Warga Rusak Parah -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Enam Rumah Warga Rusak Parah

Friday, January 23, 2026

Gubernur NTB, Dr. Dr. Lalu Muhamad Iqbal, bersama rombongan meninjau langsung kondisi ombak tinggi serta kerusakan rumah warga yang terdampak Banjir Rob tersebut.



MATARAM, BIMA TODAY --Sebanyak enam rumah warga yang rusak parah akibat banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan pada  (22/1/2026).


Kerusakan rumah warga tersebut, tidak luput dari perhatian pemerintah provinsi NTB. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB),  Dr. Lalu Muhamad Iqbal, bersama rombongan meninjau langsung kondisi ombak tinggi serta kerusakan rumah warga yang terdampak Banjir Rob tersebut. 


Dalam kunjungan tersebut, dilakukan sepulang Gubernur Iqbal menjalani kunjungan kerja dari Pulau Sumbawa. Belum sempat ke Pendopo, Gubernur Iqbal langsung datang ke lokasi Banjir Rob sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap bencana yang melanda kawasan pesisir.


Pada saat di lokasi, Iqbal berdialog dengan warga terdampak termasuk Ibu Sukma, warga RT 03 Lingkungan Bugis. Warga berharap adanya respons cepat dari Pemprov NTB untuk penanganan rumah-rumah yang rusak akibat terjangan gelombang. Warga juga meminta solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Warga tampak senang dan terharu dengan kedatangan orang nomor satu di NTB tersebut. 


Kepala Lingkungan Bugis Suherman, mengatakan, gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari sekitar pukul 20: 00 hingga 01: 00 dini hari. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter. Jauh lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sehingga menimbulkan hempasan kuat dan abrasi yang menghantam permukiman warga di kawasan pesisir.


“Malam-malam kami berjaga dari jam delapan malam sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali dan tidak seperti hari-hari sebelumnya”, ujarnya warga


Ditambahkannya, kerusakan terparah dialami oleh enam rumah warga. Dari jumlah tersebut, tiga rumah dilaporkan hanyut sepenuhnya. Sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat ditempati. Adapun rumah-rumah lain turut terdampak. Namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas.


“Tiga rumah sudah hanyut sama sekali dan tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak tapi masih bisa digunakan. Rumah penduduk yang paling parah itu enam rumah”, imbuhnya.


Warga terdampak berharap adanya kepastian penanganan dari pemerintah, khususnya terkait tempat evakuasi. Sejatinya, penempatan warga telah direncanakan melalui relokasi ke rumah susun, namun keterbatasan kapasitas rusun membuat rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi.


Sebagai langkah sementara, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan tenda darurat untuk menampung warga terdampak. Penanganan lanjutan telah direncanakan, dengan relokasi bersifat sementara sambil menunggu solusi yang lebih permanen.


Sementara itu, Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana yang terencana dan terukur, serta kerja sama seluruh pihak untuk mengantisipasi risiko bencana pesisir di masa mendatang. Tampak pula Tim Reaksi Cepat dari BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri beserta relawan kemanusiaan dan warga setempat. 


Gubernur NTB menyempatkan pula berbincang-bincang sejenak dengan warga sembari minum kopi, setelah melihat langsung areal rumah terdampak dan ombak pesisir pantai. Warga sekitar pantai diimbau berhati-hati dan waspada. Catatan prediksi BMKG, cuaca hujan dan angin kencang diperkirakan hingga tanggal 26 Januari 2026. "Kita jaga alam dan alam akan jaga kita,". (BT01/kominfotikntb)