![]() |
| Kepala PKM Madapangga, Eva Juniarti S, KM |
Salah satu keluarga pasien, Fahmi, mengeluhkan, dengan pelayanan di Puskesmas Madapangga, selama keluarganya masuk di ruangan rawat inap ini belum pernah ditangani oleh dokter setempat, hanya mendapatkan pelayanan dari perawat jaga saja,"ujarnya.
"Keluarga saya hanya dipasangin cairan infus dan pemberian obat saja. Sementara untuk pemeriksaan dan kontrol oleh dokter belum pernah sama sekali," kesalnya, Selasa malam (12/3).
Hal senada dikeluhkan, keluarga pasien lainya, St Nur, bentuk pelayanan PKM setempat, terutama sekali tak adanya dokter jaga dalam memeriksa dan mengontrol kondisi pasien rawat inap."Kita tak tahu penyakit apa yang dialami suami saya ini, palagi sejak masuk sampai sekarang kondisinya belum stabil," tuturnya.
Dia berharap kondisi seperti ini jangan dibiarkan berlarut. Sebab, kalau tak secepatnya disikapi, kasihan pasien yang rawat inap dalam mendapatkan pelayanan tersebut."Kalau seperti ini pelayanannya, bisa-bisa kondisi pasien tambah gawat," ungkapnya.
Kepala PKM Madapangga, Eva Juniarti SKM, menyampaikan, bahwa saat ini Puskesmas Madapangga hanya memiliki satu orang dokter saja setelah dipindahkannya dokter H Adiwinarko Rumah Sakit Umum Bima."Sudah kita langsung usulkan ke Dikes Kabupaten Bima, agar Puskesmas kembali terisi oleh dua dokter dan sampai saat ini belum juga direalisasikan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (11/3)
Kata dia, satu dokter yang bertugas di PKM tersebut, saat ini sudah melakukan cuti dan mengikuti tes di Surabaya untuk dokter spesialis. "Bersangkutan minta cuti satu minggu dan surat cuti tersebut sudah kita serahkan ke Dinas Kesehatan," tuturnya.
Meski keberadaan dokter tersebut diluar daerah, namun pihak perawat jaga, tetap berkonsultasi dengan dokter tersebut dalam memberikan tindakan dan memutuskan apa yang dialami pasein rawat inap.
Diakuinya, memang keberadaan dokter tersebut sangatlah penting, bahkan dalam tugasnya mereka wajib berada 1x 24 jam dalam memberikan pelayanan. Akan tetapi, karena adanya cuti tersebut sehingga pelayanan itu sedikit tak maksimal."Kalau cuti itu sudah berakhir, jelas dokter tetap memberikan pelayanan lang bagi pasein rawat inap," katanya.
Dengan adanya kejadian seperti ini, dia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Bima bisa secepatnya menempatkan satu dokter lagi untuk PKM Madapanggapa sehingga pelayanan tersebut bisa berjalan maksimal
"Kita inginkan adanya penambahan dokter bagi Puskesmas Madapangga, sehingga tak ada lagi warga yang mengeluhkan pelayanan tersebut," pungkasnya (BT06)


