![]() |
Vaksin Rabies. |
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima Drh. Joko Agus Guyanto mengatakan, kasus terbaru Minggu (14/4) terjadi 2 kasus gigitan pada 2 orang balita masing-masing berumur 4 tahun yang sedang bermain di depan rumahnya dan balita 2 tahun yang sedang tidur di dalam rumahnya.
Hingga tanggal 14 April telah terjadi 96 kasus gigitan Hewan Penyebar Rabies (HPR) anjing dan menyebar pada 11 kecamatan dan 32 desa di Kabupaten Bima,"tutur Joko Agus Guyanto pada Senin (15/4).
"Untuk mengurangi resiko penyakit tersebut, tindakan penanganan yang sudah dilakukan antara lain, sosialisasi KIE kepada masyarakat, menyebarkan Instruksi Bupati terkait Rabies serta pengendalian populasi hewan penular rabies atau anjing liar,"jelasnya.
Tindakan lainnya, jelas Joko, vaksinasi anjing berpemilik dan berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan korban gigitan,"terangnya.
Berdasarkan catatan tim yang melakukan tugas lapangan pemberantasan rabies, kasus gigitan di kecamatan Donggo 23 kasus, Madapangga 12 kasus, Sanggar 42 kasus, Bolo 5 kasus, Soromandi 4 kasus dan Kecamatan Woha 1 kasus.
Kecamatan lainnya yang terpapar rabies kata Joko yaitu Ambalawi 3 kasus, Langgudu 2 kasus, Lambu 2 kasus, Tambora 1 kasus dan Kecamatan Palibelo 1 kasus.
Dari data yang ada, kecamatan terbanyak kasus gigitan terjadi di Sanggar dengan 42 kasus. "Penyebab utamanya adalah, wilayah kecamatan Sanggar berbatasan langsung dengan Kabupaten Dompu,"pungkas Joko. (BT 01)