Bima 'Terpanas' di NTB -->
Cari Berita

Iklan 970x90px

Bima 'Terpanas' di NTB

Tuesday, October 16, 2018



Foto pelaksanaan Woorkshop IKPLHD di  Aula Rumah Makan BBA Dorobelo pada Senin (15/10) kemarin.

Bima, Bima Today.- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima Ir. Rendra Farid, mengatakan, kondisi alam di Kabupaten Bima saat ini sudah berubah yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara.

"Bahkan, menempatkan Kabupaten Bima, sebagai daerah 'Terpanas' di Provinsi NTB,"ungkap Ir. Rendra Farid, pada kegiatan workshop Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) di aula rumah makan BBA Dorobelo pada Senin (15/10) kemarin.

Perubahan kondisi lingkungan tersebut, kata Rendra, tentu saja berdampak pada kehidupan manusia. "Untuk itu, workshop  dilaksanakan pada hari ini, guna membahas kualitas lingkungan dimana ada banyak indikator yang perlu dilengkapi,"jelasnya.

Bupati Bima yang diwakili Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Nurdin, mengatakan,  tingkat kerusakan lingkungan, khususnya areal hutan di beberapa wilayah termasuk Kabupaten Bima cukup tinggi. 

"Kerusakan lingkungan hutan di areal DAM Pelaparado, menjadi salah satu contoh bagaimana ulah manusia berdampak langsung pada kualitas lingkungan di suatu kawasan,"ungkap mantan Kadis Kehutanan tersebut.
            
 Selaku Moderator Workshop, Zainal Arifin ST, MT, mengajak semua peserta untuk lebih peduli dan berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. 

"Kerusakan lingkungan hidup,  bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,"isyaratnya.
              
Jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Dr. Ahmad Fathoni, yang menjadi narasumber pada kegiatan workshop tersebut, mengatakan, isu perioritas lingkungan hidup daerah mencakup kerusakan sumber daya alam, kerusakan keanekaragaman hayati, pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang terjadi berdampak signifikan dan menjadi perhatian publik secara luas serta perlu segera ditangani,"jelasnya.

Untuk memberikan motivasi kepada seluruh stakeholder, ada beberapa jenis penghargaan dalam pengelolaan lingkungan. "Salahsatunya, penghargaan Nirwasita Tantra,"sebutnya.
          
Penghargaan tersebut, kata Fathoni, diberikan kepada kepala daerah yang memiliki kinerja pengelolaan lingkungan bagus dan diberikan kepada enam kepala daerah terbaik di provinsi, maupun  kabupaten-kota,"tuturnya.
             
Nirwasita Tantra, sambung Fathoni, merupakan penghargaan tertinggi bagi daerah yang mencangkup analisis berdasarkan tata guna lahan, kualitas air, kualitas udara, risiko bencana dan perkotaan serta membuat inisiatif yang dilakukan dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan, perbaikan kualitas sumber daya alam,"urainya.
            
Masih kata Fathoni, bagi daerah-daerah,  penilaian kinerja lingkungan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu, pengumpulan data, klarifikasi data dari instansi, penetapan isu strategis, inovasi Kepala Daerah dan dukungan daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan ekspose dokumen,"paparnya yang dikutip Kadis Kominfostik Kabupaten Bima, H. Abdul Wahab Usman, SH, Msi.

"Workshop IKPLHD tersebut, digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima yang mengundang 29 OPD terkait dan enam Camat dengan tujuan untuk memastikan bahwa kinerja kepala daerah terhadap pengelolaan lingkungan hidup telah dilakukan secara berkesinambungan,"tutup Wahab. (BT01)